Crazy Rich Priok Masukan Langkah Polda Jawa Timur Sita Mobil Eksklusif

Polda Jawa Timur (Jawa timur) sedang santer memburu pemilik mobil eksklusif serta supercar yang tidak diperlengkapi beberapa surat serta belum bayar pajak. Mobil-mobil itu selanjutnya diambil alih. Ada banyak mobil eksklusif yang diambil alih Polda Jawa timur, seperti mobil Ferrari, McLaren, sampai Lamborghini. Tetapi, langkah Polda Jawa timur dalam mengambil alih mobil eksklusif itu dinilai Ahmad Sahroni, anggota DPR RI yang mendapatkan julukan ‘Crazy Rich Tanjung Priok’.

Roni, panggilan akrabnya memandang langkah penyitaan mobil eksklusif yang dikerjakan Polda Jawa timur itu kurang pas. Soalnya, mobil-mobil itu diangkut waktu dalam kondisi parkir di dalam rumah, bukan dipakai di jalan raya. “Polda Jawa timur bertindak sewenang-wenang dengan mendatangi rumah-rumah orang yang punya supercar pada pukul larut malam pada saat orang sedang tertidur,” kata Roni memberi kritiknya lewat account Instagram Stories @ahmadsahroni88.

Menurut dia, petugas yang mendatangi rumah pemilik mobil eksklusif minta diperlihatkan beberapa surat kendaraannya. Pemilik mobil juga tunjukkan STNK. “Diberi STNK justru meminta BPKB yang BPKB itu berada di Deposit Box Bank tetapi petugas meminta di tunjukkan. Waktu jam 23.00 BPKB suruh mengambil di bank yang tutup,” tuturnya. Petugas, menurut Roni, minta mobil dibawa ke polda saat malam itu. “Waktu mobil mobil yg sudah di bawa serta ke polda jawa timur skrg ada yg di kembalikan, bermakna kan gak bener langkah penelusuran kendaraan saat di bawa serta ke polda jawa timur (salah tangkap ceritanya),” tulisnya.

Baca juga : KPK Memangil Direktur Operasional Bulog Berkaitan Suap Distribusi Gula

Roni sendiri adalah presiden di sejumlah club mobil. Belakangan ini, ia dipilih jadi President Tesla Klub Indonesia, club pemilik mobil listrik Tesla di Indonesia. Wakil Ketua Komisi III DPR itu memperbandingkan langkah Polda Jawa timur dengan Polda Metro Jaya dalam menertibkan kendaraan yang belum bayar pajak. Contoh nyata itu di kerjakan Kapolda Metro Jaya awal tahun 2019 tim krimin biasa polda metro lakukan penangkalan di jalan raya serta dicheck STNK nya jika tidak ada langsung di kandangin ke polda metro. Aksi kapolda metro waktu itu saya animo karena lakukan pekerjaan secara benar menindak serta merazia kendaraan di jalan raya serta tidak hadir ke rumah layaknya seperti ingin mencuri,” catat Roni.

Rudy Salim, rekanan satu komune Roni di Tesla Klub Indonesia mengemukakan hal seirama. Menurut Rudy yang memegang jadi Executive Director di Tesla Klub Indonesia mengikuti Roni, sepanjang mobil cuma jadikan koleksi serta tidak dipakai di jalan raya tidak jadi masalah dengan status mobil off the road (tanpa ada kelengkapan dokumen seperti STNK serta BPKB). Tetapi, bila mobil dengan status off the road dipakai di jalan raya, boleh-boleh saja dikerjakan pengusutan sampai diambil alih. “Menurut opini saya tidak salah mobil off the road itu berada di rumah, sebab beberapa orang kolektor mobil atau yang biasa mobilnya jadikan modifikasi untuk diikuti tempat persaingan kan mobil itu off the road. Benar jika di dalam rumah atau di bengkel mah tidak salah. Tidak salah selama tidak dipakai di jalan raya tanpa ada beberapa surat yang komplet,” kata Rudy pada detikcom, Rabu (18/12/2019).

Ia memberikan tambahan, yang penting mobil off the road itu telah melunasi keharusan bea masuk serta pajak seperti Pajak Penjualan atas Barang Eksklusif (PPnBM), Pajak Import Barang (PIB), Pajak Bertambahnya Nilai (PPN), serta Pajak Pendapatan (PPh). “Benar (jika telah melunasi bea masuk dll-Red) resmi masuk Indonesia. Bukan selundupan,” katanya.